Wilujeng Sumping
Latest Post

Perbedaan antara otak kiri dan otak kanan

Written By Unknown on Selasa, 26 Agustus 2014 | 17.52

Otak kiri

Otak Kanan

Motorik kanan
terencana, kausal
Rasional, terkait EQ
Realistis, analistik
kuantitatif, aritmatik
Verbal, eksplisit
kognitif, logis
Serial, linear
Segmental, fokus
Terencana, kausal
Intra personal, self-centric
motorik kiri
tak terencana, impulsif
kualitatif, spesial
emosional terkait, EQ
imajinatif, artistik
aktif, intuatif
holistik, difus
visual, implisit
paralel, lateral
interpersonal, other centric

Apa itu IQ, EQ, SQ, CQ, dan AQ?

Sebenarnya saya sudah pernah mengirim artikel tentang Definisi IQ, EQ, SQ, AQ, DAN ESQ di blog ini. Tapi mungkin tidak terlalu jelas. Kali ini saya akan menjelaskan tentang Apa itu IQ, EQ, SQ, CQ, dan AQ? dengan bahasa yang berbeda lagi dan kutipan dari sumber yang jelas berbeda juga. Mari langsung kita ke pembahasan:


IQ (INTELLEGENCE QOUTIENT)
Kapasitas umum seseorang untuk mengerjakan atau melakukan sesuatu.
Berhubungan dengan penalaran atau berfikir.
Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
(Marten Pali, 1993).

Kesimpulan IQ:
a.  Kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
b.  Kemampuan untuk menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
c.  Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang  individu.

Ciri pelaku Intelegensi/ Cerdas :
Masalah yang dihadapi merupakan masalah baru bagi yang bersangkutan.
- Serasi tujuan dan ekonomis (efesien).
- Masalah mengandung tingkat kesulitan.
- Keterangan pemecahannya dapat diterima.
- Sering menggunakan abstraksi.
- Bercirikan kecepatan.
- Memerlukan pemusatan perhatian.

EQ (EMOTIONAL QOUTIENT)
EQ (Emotional Quotient) / kecerdasan emosi :
Kemampuan untuk mengenali perasaan sendiri, perasaan orang lain, memotivasi diri sendiri, mengelola emosi dengan baik, dan berhubungan dengan orang lain (Daniel Goldman).
Kemampuan mengerti dan mengendalikan emosi (Peter Salovely & John Mayer).
Kemampuan mengindra, memahami dan dengan efektif menerapkan kekuatan,ketajaman, emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh (Cooper & Sawaf).
Bertanggung jawab atas harga diri, kesadaran diri, kepekaan sosial, dan adaptasi sosial (Seagel).

ASPEK EQ (SALOVELY & GOLDMAN) ADA LIMA :
1. Kemampuan mengenal diri (kesadaran diri).
2. Kemampuan mengelola emosi (penguasaan diri).
3. Kemampuan memotivasi diri.
4. Kemampuan mengendalikan emosi orang lain.
5. Kemampuan berhubungan dengan orang lain (empati).
PRILAKU CERDAS EMOSI :
- Menghargai emosi negative orang lain.
- Sabar menghadapi emosi negative orang lain.
- Sadar dan menghargai emosi diri sendiri.
- Emosi negative untuk membina hubungan.
- Peka terhadap emosi orang lain.
- Tidak bingung menghadapi emosi orang lain.
- Tidak menganggap lucu emosi orang lain.
- Tidak memaksa apa yang harus dirasakan.
- Tidak harus membereskan emosi orang lain.
- Saat emosional adalah saat mendengarkan
SIFAT EQ TINGGI :
- Berempati.
- Mengungkapkan dan memahami perasaan.
- Mengendalikan amarah.
- Kemandirian.
- Kemampuan menyesuaikan diri.
- Disukai.
- Kemampuan memecahkan masalah antar pribadi.
- Ketekunan.
- Kesetiakawanan.
- Keramahan.
- Sikap hormat.

Ada keterkaitan antara IQ dengan EQ menurut  Daniel Goleman (Emotional Intelligence – 1996) : "orang yang mempunyai IQ tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ-nya rata-rata tetapi EQ-nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olahrasa justru menjadi hal yang sangat penting, dimana menurut Goleman dalam dunia kerja, yang berperan dalam kesuksesan karir seseorang adalah 85% EQ dan 15% IQ. Jadi, peran EQ sangat signifikan."

CQ (CREATIVITY QOUTIENT)
adalah potensi seseorang untuk memunculkan sesuatu  yang merupakan penemuan-penemuan baru dalam bidang ilmu dan teknologi serta semua bidang dalam usaha lainnya.

GUIL FORD mendiskripsikan 5 ciri kreativitas :
a.   KELANCARAN/KEFASIHAN
      Kemampuan memproduksi banyak ide.

b.   KELUWESAN :
      Kemampuan untuk mengajukan bermacam-macam
      pendekatan jalan pemecahan masalah.

c.   KEASLIAN :
      Kemampuan untuk melahirkan gagasan yang orisinal
      sebagai hasil pemikiran sendiri.

d.  PENGURAIAN :
      Kemampuan menguraikan sesuatu secara terperinci.

e. PERUMUSAN KEMBALI :
     Kemampuan untuk mengkaji kembali suatu persoalan
     melalui cara yang berbeda dengan yang sudah lazim.

BEBERAPA CARA MEMUNCULKAN  GAGASAN KREATIFITAS
a.   KUANTITAS GAGASAN
      Gagasan pertama sebagai cara untuk mendapatkan gagasan yang lebih baik. Pemilihan dari bernagai             gagasan

b.   BRAINSTORMING
      untuk menambah gagasan yang telah ada, untuk
      mendapat gagasana yang orisinil

c.   SINEKTIK :
      Membuat yang asing menjadi akrab menggunakan
     analogi dan metafora

d.  MEMFOKUSKAN TUJUAN :
      Membuat seolah-olah apa yang diinginkan akan terjadi   
      besok

SQ (SPIRITUAL QOUTIENT)
yaitu sesuatu yang berhubungan dengan kepercayaan agama.
percaya bahwa Tuhan itu ada, Maha Melihat, Maha Mendengar dan MahaMengetahui apa-apa yang diucapkan, diperbuat bahkan isi hati atau niat manusia.
Dalam buku yang berjudul Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, si penulisnya Michael H. Hart membuat peringkat enam teratas adalah :
1)Nabi Muhammad SAW;
2) Isaac Newton;
3) Nabi Isa (Yesus);
4) Budha (Sidharta Gautama);
 5) Kong Hu Chu; 6) St Paul.

Hampir semua tokoh tersebut ternyata adalah tokoh-tokoh agama, pemimpin/penggerak spiritual. Jadi, manusia yang menentukan arah sejarah adalah mereka yang memiliki kualitas spiritual.

CIRI-CIRI SQ TINGGI
     Memiliki prinsip dan Visi yang kuat
     Prinsip Kebenaran
     Prinsip Keadilan
     Prinsip Kebaikan
     Memandang sesuatu dengan yang benar
     Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman
     Mampu memaknai setiap sisi kehidupan semua yang terjadi ada maknanya, berbagai penderitaan akan pempertebal SQ, Jika berhasil akan bersyukur
     Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan & penderitaan
Orang sukses telah melewati liku, cacian dan ujian yang besar.

 AQ (ADVERSITY QOUTIENT)
Adversity Qountient adalah kemampuan / kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi tantangan hidup

contoh kasus :
Ketika akhirnya Thomas Alva Edison (1847 – 1931) berhasil  menemukan baterai  yang ringan dan tahan lama, dia telah melewati 50.000 percobaan dan bekerja selama 20 tahun. Tak heran kalau ada yang bertanya, “Mr. Edison, Anda telah gagal 50.000 kali, lalu apa yang membuat Anda yakin bahwa akhirnya Anda akan berhasil ?” Secara spontan Edison langsung menjawab, “Berhasil ? Bukan hanya berhasil, saya telah mendapatkan banyak hasil. Kini saya tahu 50.000 hal yang tidak berfungsi.

Paul G. Stoltz, merinci AQ:
a. AQ Tingkat “Quitters” (Orang-orang yang Berhenti)
      langsung menyerah ketika menghadapi kesulitan hidup, tidak berikhtiar dan hanya berkeluh kesah menghadapi penderitaan
b. AQ Tingkat “Campers” (Orang yang Berkemah)
     Awalnya giat mendaki / berusaha menghadapi kesulitan
     hidup, ditengah perjalanan mudah merasa cukup dan
     mengakhiri  pendakian atau usahanya. Contoh : orang yang
    sudah merasa cukup dengan menjadi sarjana, merasa sukses
    bila memiliki  jabatan dan materi.
c. AQ Tingkat “Climbers” (Orang yang Mendaki)
     seumur hidupnya mendaki mencari hakikat kehidupan
     menuju kemuliaan manusia dunia dan akhirat.

Analisis SWOT merupakan suatu teknik yang dapat digunakan
untuk menelaah tingkat keberhasilan pencapaian cita-cita/karier.
“S” Strenght (Kekuatan), adalah sebuah potensi yang ada pada diri sendiri yang mendukung cita-cita / karier.
“W” Weakness (Kelemahan), adalah seluruh kekurangan yang ada pada diri sendiri dan kurang mendukung cita-cita/ karier.
“O” Opportunity, (Peluang), adalah segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan cita-cita/karier.
“T” Traits (Ancaman), adalah segala sesuatu yang dapat menggagalkan rencana cita-cita/ karier yang berasal dari diri sendiri atau lingkungan.

(dikutip dari tricklik.blogspot.com/)

Penjelasan tentang IQ dari beberapa sumber

Definisi atau penjelasan tentang IQ banyak dijelaskan dalam berbagai media salah satunya dalam media sosial. IQ sendiri merupakan singkatan dari intelligence quotient.
Untuk lebih jelas lagi, saya akan mengutip dari beberapa situs yang menjelaskan tentang IQ, berikut penjelasannya:

Kecerdasan atau yang biasa dikenal dengan IQ (bahasa Inggrisintelligence quotient) adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar,merencanakanmemecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa IQ merupakan usia mental yang dimiliki manusia berdasarkan perbandingan usia kronologis.(Dikutip dari Wikipedia)

Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah ukuran kemampuan intelektual, analisis, logika, dan rasio seseorang. IQ merupakan kecerdasan otak untuk menerima, menyimpan, dan mengolah informasi menjadi fakta.(Dikutip dari silviastrilyani.wordpress.com/)

Menurut Daniel Goleman (Emotional Intelligence – 1996) : orang yang mempunyai IQ tinggi tapi EQ rendah cenderung mengalami kegagalan yang lebih besar dibanding dengan orang yang IQ-nya rata-rata tetapi EQ-nya tinggi, artinya bahwa penggunaan EQ atau olahrasa justru menjadi hal yang sangat penting, dimana menurut Goleman dalam dunia kerja, yang berperan dalam kesuksesan karir seseorang adalah 85% EQ dan 15% IQ. Jadi, peran EQ sangat signifikan.


IQ (INTELLEGENCE QOUTIENT)
Kapasitas umum seseorang untuk mengerjakan atau melakukan sesuatu.
Berhubungan dengan penalaran / berfikir.
Intellegensi adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara logis, terarah, serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif
(Marten Pali, 1993).

Silahkan anda cari tau lagi tentang penjelasan IQ dari berbagai media dan sumber.
 
Copyright © 2015. Demo Sekolah - All Rights Reserved | Proudly powered by Blogger
Template Created by Jessy Mu'tadz Hifdzudin | @Jessym_17